berita69.org, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi secara serentak pada Senin 12 Januari 2025.
Saat peresmian dia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan formal sebagai solusi jangka panjang atas berbagai persoalan bangsa.
Prabowo pun menargetkan membangun 500 Pengajaran Rakyat hingga tahun 2029.
Di tengah sorotan tersebut, Pembelajaran Rakyat tercatat beberapa kali menjadi sasaran berita bohong atau hoaks.
Hoaks yang beredar banyak mengenai pendaftaran menjadi guru di guru tersebut.
Advertisement
Berikut deretan hoaks seputar Sekolah Rakyat yang beredar di media sosial:
1. Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran ASN pada Sekolah Rakyat
Beredar unggahan di media sosial klaim link pendaftaran ASN pada Guru Rakyat.
Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 9 Desember 2025.
Berikut isi unggahannya:
"Penyampaian Pengumuman Pengadaan Aparatur Sipil Republik pada Sekolah Rakyat di Kelestarian Kementerian Sosial Tahun 2025 (Daftar Sekarang)"
Unggahan tersebut disertai menu pendaftaran, jika diklik akan muncul link berikut:
"https://a5.dfftarkan-sgera.online/?fbclid=IwY2xjawOnibVleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZAwyNTYyODEwNDA1NTgAAR7MIi9cRwZ-q6g4REdVGnqMjHoDL2FtcgTnz_JVHQ6ZxinIz9jBbaVsPAD0EA_aem_wW8egkPnixW1qtTvZZi0uQ"
Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, seperti nama dan nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran ASN pada Pengajaran Rakyat?
Simak hasil penelusurannya berikut ini...
