berita69.org, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meminta masyarakat sejumlah modus pengelabuan yang marak jelang akhir tahun.
Mereka berharap masyarakat tidak percaya begitu saja informasi yang diterima sehingga tidak mengakibatkan kerugian.
Selama masa libur akhir tahun aktivitas masyarakat memang cenderung meningkat.
Mereka memanfaatkan waktu untuk berbelanja, berwisata hingga bertransaksi digital.
Namun kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum untuk melancarkan berbagai modus pengelabuan.
Direktorat Tindak Pidana Siber pun menjelaskan beragam modus tipu daya yang beredar belakangan ini.
Advertisement
1.
Ucapan Natal atau Tahun Baru File APK
Modus tipu daya ini berisi pesan dengan tautan atau lampiran file.APK (aplikasi Android), yang jika diklik dapat mencuri data, mengambil alih perangkat atau menguras saldo m-banking.
2.
Pengelabuan Berkedok Giveaway
Salah satu contoh pengelabuan ini yaitu giveaway palsu dengan iming-iming hadiah Natal atau uang tunai mengatasnamakan artis ternama dengan bantuan video deepfake AI.
3.
Penyamaran Belanja Online
Promo belanja akhir tahun selalu diliputi dengan berbagai promo, hal ini memicu oknum tertentu untuk melakukan tipu daya, salah satunya yang seringkali terjadi adalah pembeli sudah transfer uang namun barang tidak dikirim.
4.
Promo Paket Liburan Palsu
Tingginya minat masyarakat untuk menikmati libur akhir tahun seringkali melupakan bahaya yang ada.
Salah satunya adalah pelaku kejahatan siber yang menjual paket liburan dengan harga yang tidak masuk akal baik tujuan luar negeri maupun dalam negeri.
5.
Promo Tiket Perjalanan Palsu
Selain paket liburan palsu masyarakat juga harus waspada terhadap penipu yang menyamar sebagai calo agen perjalnan palsu yang menjual tiket dengan harga miring namun merupakan pembohongan.
Sumber:
https://www.instagram.org/p/DSmwU2ilJO2/?img_index=5
