berita69.org, Jakarta- Hoaks menjadi salah satu masalah di tengah perkembangan dunia digital, kabar palsu ini harus ditangani dengan kolaborasi lintas sektor.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk meredam hoaks yang mengganggu ruang digital.
“Kita melihat misinformasi dan disinformasi tumbuh subur di media sosial dan membawa ancaman mulai dari kohesi sosial sampai kehidupan berbangsa,” kata Nezar, dikutip dari Antara, Minggu (30/11/2025).
Advertisement
Nezar menjelaskan, Indonesia memiliki 143 juta pengguna aktif media sosial dan 230 juta pengguna internet.
Kondisi ini dinilai membuat ruang digital menjadi arena interaksi sosial, ekonomi global, dan tata negara yang diikuti oleh lonjakan penyebaran hoaks.
“Sepanjang 2024 terdapat 1.923 konten hoaks yang ter-capture (tertangani) oleh Kemkomdigi.
Itu puncak gunung es.
Sesungguhnya tentu saja lebih banyak,” ujarnya.
Nezar menyoroti temuan survei bahwa 11,9 persen responden mengakui pernah menyebarkan hoaks.
Dia menilai persoalan hoaks bukan hanya pada suplai konten menyesatkan, tetapi juga kerentanan di masyarakat.
“Seseorang mungkin tahu berita itu palsu tetapi tetap membagikannya karena faktor lain seperti motivasi partisan atau emosi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa hoaks kesehatan mental menjadi yang paling banyak disebar di platform digital.
Banyak penyebaran hoaks kini memakai teknik manipulasi berbasis kecerdasan artifisial.
“Video AI generatif itu makin smooth (halus).
Bahkan para expert (ahli) pun kadang-kadang terkecoh.
Ini memperparah penyebaran hoaks di sektor medis dan sektor lain,” jelasnya.
